Blogroll

11
ANALISA :
Analisa GU silahkan di klik link gambar berikut ini : 1. Gambar Pertama : http://i56.tinypic.com/qz3rlw.gif 2. Gambar Ke dua : http://i52.tinypic.com/16anmz9.gif 3. Gambar ke Tiga : http://i54.tinypic.com/14ufbx2.gif
MENERIMA JASA KURSUS TRADING FOREX
Bagi yang berminat untuk bisa trading, dan mau belajar silahkan menghubungi saya di no : 081325001789 / 085727873616 atau YM : darul_trading. Atau trading anda loss terus menerus silahkan hubbungi saya.

Sabtu, 03 September 2011

Bisnis Forex


Bisnis forex menurut saya ...adalah bisnis yang sangat menjanjikan dan tanpa saingan. bisnis ini lebih santai di bandingkna dengan bisnis lainnya. dan ternyata forex juga tidak membutuhkan modal yang besar, ( seperti yang aku bayangkan dulu ) hanya dengan $10 pun jadi. dan setelah berkeliaran ke sistem sistem yang di paparkan para master akhirnya saya bisa menemukan sistem ane sendiri. alhamdulilah dengan sistem ane hasilnya sangat memuaskan. sekarang ane tinggal belajar konsisten dan komitmen dengan sistem ane.

Istilah Istilah di dalam forex


Berikut adalah sejumlah istilah-istilah Forex yang perlu Anda ketahui.
Forex
adalah sebuah investasi yang memperdagangkan mata uang satu dengan mata uang lainnya. Merupakan singkatan dari Foreign Exhange atau pertukaran mata uang asing. Jika pada transaksi di money changer atau bank untuk jual beli antara US Dollar dengan Rupiah, maka disebut transaksi Forex 'Spot' (jual beli terjadi ditempat - serah terima terjadi di tempat). Transaksi Forex yang non-Spot adalah transaksi jual beli kontrak mata uang, jadi tidak langsung serah terima barang, hanya kontraknya saja.

Account=Semua catatan pembukuan yang menyangkut berbagai transaksi dan seorang nasabah, termasuk saldo kredit atau debit, floating loss/profit, dan nilai buku nil.

Account balance=Selisih antara debit dan kredit dalam suatu rekening. Jika debitnya lebih besar dan kredit, maka rekening tersebut dikatakan memiliki saldo negatif. Dalam istilah lain, itu disebut defisit. Sementara yang sebaliknya disebut surplus.

Account statement=Laporan berkala yang menjelaskan status dan berhaga transaksi beliljual sekuritas/kontrak mata uang seorang nasabah.

Appreciation=Penguatan sebuah mata uang atau saham sebagai akibat respons positif atau permintaan yang Iebih tinggi daripada partisipan pasar.

Bear Market=Satu kondisi di mana harga di pasar terus menurun.

Bearish=lstiiah praktisi pasar uang/saham yang menunjukan trend harga yang menurun.

Bid/Ask Spread=Perbedaan harga beli dan jual pada suatu waktu tertentu. jarak/perbedaan harga beli dan jual itu sering dijadikan indikasi likuiditas pasar. Artinya, jika spread semakin berkurang, maka semakin tinggi likuiditas keadaan pasar saat itu.

Bottom price=Harga terendah yang terjadi dalam rentang waktu
tertentu.

Broker=Pialang. Perantara antara pembeli dengan penjual sekuritas/produk pasar uang. Pialang biasanya mengenakan komisi untuk setiap transaksi dan nasabahnya.

Bull Market=Istilab yang dipakai oleh praktisi pasar uang untuk menunjukan tren harga yang naik.

Candilestick Chart=Sebuah jenis grafik yang mengindikasikan kisaran transaksi pada suatu mata uang/saham. Berisi informasi mengenai harga Pembukaan, Tertinggi, Terendah, dan Penutupan. Jika harga penutupan berada di atas harga pembukaan, maka jenis Candle kosong. Sebaliknya, jika harga penutupan berada di bawah harga pembukaan (harga turun), maka candle akan berisi. Pola analisis itu diperkenalkan pertama kali oleh para pedagang komoditas di Jepang pada awal abad 18-an. 
 .
Lot, Kontrak Mini dan Kontrak Standard / Regular 
Jika kita membeli minyak, ukurannya adalah liter, jika gula pasir maka ukurannya adalah kilogram. Untuk forex ukurannya disebut Lot. Berapa  sih besar 1 Lot itu? Jika di dunia Saham 1 Lot = 500 lembar saham, pada Forex 1 Lot = 10.000 mata uang bersangkutan, misal 1 Lot USD/JPY = 10.000USD dan 1 Lot GBP/USD = 10.000 GBP. Ukuran 1 Lot = 10.000 disebut Kontrak Mini, mengapa disebut Mini? Karena sebelumnya dalam dunia forex itu 1 Lot = 100.000 mata uang bersangkutan (disebut juga Kontrak Standard/Regular), kemudian karena tingginya minat dalam forex trading maka dibuat kontrak mini dimana 1 Lot = 10.000 mata uang bersangkutan
Margin
adalah jaminan dalam trading forex, anggaplah seperti Uang Muka pembelian sebuah rumah. Ketika Anda menyerahkan uang muka pembelian rumah sebesar 30 juta rupiah untuk rumah seharga 100 juta rupiah maka kita mendapatkan Kontrak perjanjian jual beli, secara hukum Anda pemilik sah rumah tersebut meskipun hanya memegang kontraknya. Kontrak ini dapat Anda jual pada harga penuh pada orang lain, misalnya menjadi 120 juta. Anda akan mendapatkan keuntungan bersih 20 juta (120 - 100jt). Hal yang sama berlaku dalam forex, yang diperdagangkan adalah kontrak mata uang, misal USD/JPY maka nilai 1 lot kontraknya adalah USD 10.000, untuk mendapatkannya kita cukup mengeluarkan margin (uang muka) sebesar USD 100.  Mengapa USD 100? Ini terkait dengan Leverage yang dibahas di bawah.
Margin disetorkan saat membuka posisi dan kemudian akan dikembalikan saat menutup posisi, sama seperti transaksi jual beli rumah tadi. Anda menyetor uang 30 juta saat membeli kemudian dijual kembali seharga 120 juta, saat Anda menerima uang 120 juta, maka 100juta kita serahkan pada penjual pertama dan penjual mengembalikan uang muka (modal awal) sebesar 30jt dan kita memiliki uang 30 juta dari modal awal dan kelebihan 20 juta.
Leverage
Adalah daya ungkit dalam trading Forex yaitu rasio untuk menentukan berapa margin (uang muka) yang diperlukan dalam melakukan transaksi, dimana rasio tersebut akan dikalikan dengan kontrak size. Contoh: Leverage 1:200 pada kontrak mini account 10.000 maka margin yang digunakan adalah (1/200) x 10.000 = 50 satuan mata uang yang diperdagangkan.
Misal membuka posisi USD/JPY sebesar 1 lot untuk kontrak mini, maka yang dibeli adalah 10.000 USD, margin yang diperlukan adalah sebesar 1/200 x USD 10.000 =  USD 50. Jika bertrading dengan GBP/USD maka margin yang digunakan adalah sebesar 50 Poundsterling. Untuk Standard account, kontrak yang digunakan adalah 100.000 dengan Leverage 1:100, jadi 1 lot USD/JPY = USD 100.000 dan margin yang diperlukan 1/200 x USD 100.000 = USD 1000
Buy
adalah posisi dalam Forex Trading untuk Beli dan dilakukan jika harga diperkirakan akan naik. Singkatnya beli saat murah dan jual saat mahal, keuntungan Anda adalah selisih antara harga saat beli dengan saat jual kembali
Sell
adalah posisi dalam Forex Trading untuk Jual dan dilakukan jika harga diperkirakan akan turun sehingga ketika harga turun Anda dapat menutup posisi Sell anda dengan Buy yang lebih rendah. Singkatnya seperti konsinyasi, kita jual terlebih dahulu dengan harga mahal (pinjam) dan kemudian kita beli kembali ketika harga murah, selisihnya menjadi keuntungan kita.
Order dan Posisi 
Order adalah pesanan untuk membeli atau menjual pada harga tertentu namun jika Order yang disampaikan ternyata 'match' atau 'ada lawannya', contoh jika Anda order beli pada harga 9500 dan kebetulan ada yang mau jual pada harga yang sama, maka Order menjadi Posisi.  Jadi selama pesanan belum 'match' maka namanya tetap order namun sesudah 'match' maka sekarang menjadi Posisi. Untuk menjual kembali posisi yang sudah Anda miliki (tutup posisi) maka dapat dilakukan dengan melakukan Order kembali tapi dengan arah berlawaran (jika posisi Buy maka ditutup dengan Sell dan sebaliknya)
Floating Loss/Profit dan Realized 
Saat Anda mempunyai posisi beli di 9500 dan kemudian harga bergerak turun menjadi 9000, maka jika dihitung perkiraan kerugian Anda adalah 9000-9500 = -500. Namun nilai tersebut masih bisa berubah besok, entah bertambah turun menjadi 8700 atau kembali naik menjadi 9700. Nah, nilai -500 pada saat ini disebut Floating Loss (Rugi), jika nilainya positif, misalnya harga sekarang menjadi 10.000 maka selisihnya 10.000 - 9500 = +1000 disebut Floating Profit. Jika Anda memutuskan untuk menjual / menutup posisi Anda pada saat harga sedang 10.000, maka nilai +1.000 menjadi Realized Profit (bukan lagi Floating/mengambang tapi sudah menjadi Real/Nyata)
Pip
adalah nilai 1 poin naik atau turunnya pergerakan harga (Satuan terkecil untuk pergerakan di Forex.). Untuk mini account, nilai 1 poinnya adalah $1, untuk standart account adalah $10. Misal, Euro bergerak dari harga 1.3450 ke 1.3470, berarti harga bergerak naik 20 pips (selisih inilah yang bakal menentukan profit atau loss).

Profit /Loss : selisih harga antara Buy dan Sell
Setiap jual-beli mata uang berarti transaksinya tidak bisa berdiri sendiri, melainkan selalu berpasangan ( Pairs). Misal : Buy 1 lot EUR/USD di 1.3450, berarti Beli 1 Euro dengan menjual USD seharga 1.3450

Analisa Teknikal
adalah sebuah analisa dalam Forex trading untuk mengukur pergerakan harga melalui grafik harga. Hal-hal yang patut diketahui dari analisa teknikal ini adalah trend, kejenuhan, support, ressisten, dan Pivot Point.
Analisa Fundamental
adalah sebuah analisa dalam Forex trading untuk memprediksi pergerakan harga berdasar berita-berita Fundamental. Berita Fundamental disini berupa berita ekonomi, poltik, dan keamanan yang mempengaruhi pergerakan harga.
Resistance
adalah batas harga atas yang merupakan harga psikologis, contohnya saat ini (tahun 2010) nilai tukar dollar adalah 9000 dan memiliki batas harga atas (resistance) 10.000 Rupiah, yang bisa diartikan kalau sampai harga tukar dollar menembus harga 10.000 rupiah maka ada kemungkinan akan naik terus menjauhi 10.000 tapi selama belum menyentuh 10.000 kemungkinan harga hanya akan bergerak naik turun di bawah 10.000.
Support
adalah batas harga bawah yang merupakan pasangan dari resistance (atas), contohnya saat ini (tahun 2010) nilai tukar dollar memiliki batas harga bawah (support) 8.500 Rupiah, yang bisa diartikan kalau sampai harga tukar dollar turun menembus harga 8.500 rupiah maka ada kemungkinan akan turun terus menjauhi 8500 tapi selama belum menyentuh 8500 kemungkinan harga hanya akan bergerak naik turun di atas 8500 (support) dan di bawah 10.000.(resistance)

Anda lihat bahwa setiap pair terdapat 2 mata uang, nach..untuk penyebutannya terbagi menjadi :
- Mayor Rate adalah semua pair yang menggunakan USD, dan dibagi lagi menjadi :
• Mata Uang Direct --USD-nya dibelakang-- : EUR/USD , GBP/USD, …/USD, dan
• Mata Uang Indirect (USD-nya didepan) : USD/JPY, USD/CHF, …/USD
Mata Uang Cross Rate –pair yang tidak menggunakan USD--: GBP/JPY, EUR/CHF

Bid/ASK
BID : pedagang besar/pencipta pasar membeli mata uang dasar dan si nasabah menjual mata uang tersebut.
ASK (OFFER) : si pedagang besar/pencipta pasar menjual mata uang dasar dan si nasabah membeli mata uang tersebut.
Running Price : harga pair yang sedang berjalan saat itu.
Spread : Yaitu selisih harga Jual dan Beli.
Contoh :
Bila Running Price EURO/USD 1.3450/53 (Spread 3 point), Nasabah akan mendapatkan harga Beli di 1.3450 dan harga Jual di 1.3450
Oleh karena itu, Buy sering disebut Ask atau Long dan Sell : sering disebut Bid atau Short.

Order Buy, berarti mengharapkan harga bergerak naik. Dan dilikuidasi dengan order Sell

Order Sell, berarti mengharapkan harga bergerak turun. Dan dilikuidasi dengan Order Buy.

Floating Position : posisi mengambang, suatu order posisi yang belum dilikuidasi.

Close position : likuidasi order posisi

Take Profit : besaran target profit yang ingin dicapai

Stop Loss : besaran cut loss sebagai batas kerugian.

BEP (break even point) : kondisi tidak profit/loss alias impas

Contoh Transaksi Forex :
EUR/USD, Runing Price 1.3450 (Bid) – 1.3453 (Ask), --spread 3point),
Artinya bila Anda order posisi Buy EUR/USD, maka anda akan mendapatkan harga di Ask 1.3453.
Sebaliknya bila Anda order posisi Sell EUR/USD, maka anda akan mendapatkan harga di Bid 1.3450.
Adanya spread ini mengakibatkan ketika kita mengambil order posisi apapun (Buy/Sell), maka diportfolio kita akan langsung minus 3point (-3).
Nilai BEP, bila harga sudah bisa menutup selisih spread tadi.
Dan bila harga bergerak naik 20 point, maka running pricenya akan menjadi 1.3470/1.3473.
Bila tadi open Buy di 1.3453, maka bila dilikuidasi akan mendapatkan profit sebesar = 17points (1.3470-1.3453),
sebaliknya untuk yang open Sell di 1.3450, bila dilikuidasi akan terkena loss sebesar = 23point (1.3450 – 1.3473).

Hedging : keadaan dimana Anda mempunyai 2 open order yang berlawanan dimata uang yang sama dengan jumlah lot yang sama pula.

Trailing Stop : cara menaikkan stop loss secara bertahap (baik otomatis maupun manual,) bertujuan untuk melindungi profit. –tidak semua broker menyediakan trailing stop secara otomatis, maka gunakan secara manual-.

Contoh :
Bila Anda setting Trailing Stop (TS) sebesar 15point (melindungi order posisi dengan jarak 15 point dari Running Price),
dan bila anda mempunyai order Buy di 1.3453,
kemudian harga naik ke 1.3468,
maka SL akan berubah menjadi 1.3453 (BEP donk…!?).
namun bila harga naik lagi ke 1.3478, maka SL berubah menjadi 1.3463 begitu seterusnya ….
bila harga naik terus maka TS akan ikut berubah,
akibatnya bila harga turun -15point, maka order posisi tadi akan otomatis close order (likuid).
Catatan, TS baru bisa aktif setelah menyentuh titik profit dari setting trailing stop.

Buy Stop : pesan/order BUY diatas harga yang sedang berjalan, dengan harapan bila sudah mencapai level harga tertentu, harga akan terus bergerak naik supaya mendapatkan profit.

Sell Stop : pesan/order Sell dibawah harga yang sedang berjalan, dengan harapan bila sudah mencapai level harga tertentu, harga akan terus bergerak turun supaya mendapatkan profit.

Buy Limit: pesan/order BUY dibawah harga yang sedang berjalan, dengan harapan bila sudah mencapai level harga tertentu, harga akan berbalik arah (dari turun berubah ke naik) supaya mendapatkan profit.

Sell Limit : pesan/order Sell diatas harga yang sedang berjalan, dengan harapan bila sudah mencapai level harga tertentu, harga akan berbalik arah (dari naik berubah ke turun) supaya mendapatkan profit.

Lot : Volume transaksi dan diukur berdasarkan ‘Nilai Kontrak atau contract size’.

Quantity Contrak Size (lebih sering disebut Contrac Size saja) adalah jumlah/volume transaksi yang sebenarnya diperdagangkan.
Bull Market : sebutan untuk kondisi pergerakan harga yang sedang bergerak naik.
Bear Market : sebutan untuk kondisi pergerakan harga yang sedang bergerak turun.
Margin Trading : Dana yang disediakan investor sebagai Jaminan (collateral).
Bagi investor, penggunaan margin trading akan dapat meningkatkan daya beli karena dana yang ditransaksikan melebihi jumlah modal yang dimiliki.

Dalam perdagangan dengan margin, ada suatu istilah yang disebut leverage.
Leverage merupakan perbandingan atau rasio jumlah dana yang bisa ditransaksikan dengan modal sendiri (sebagai collateral atau jaminan) yang dimiliki.
Penghitungan Leverage :
• 1:1 berarti uang jaminannya = nilai kontraknya (100%)
• 1:50 berarti uang jaminannya 2% dari nilai kontrak
• 1:100 berarti uang jaminannya 1% dari nilai kontrak
• 1:200 berarti uang jaminannya 0.50% dari nilai kontrak
• 1:400 berarti uang jaminannya 0.25% dari nilai kontrak
• 1:500 berarti uang jaminannya 0.20% dari nilai kontrak

Contoh :
Anda akan membeli 1lot EUR/USD dengan leverage 1:100 dari nilai kontrak $10.000.
Maka Anda tidak perlu mengeluarkan modal sebesar $10.0000 tersebut.
Melainkan cukup menjaminkan (margin yang dibutuhkan) sebesar $1000/lot (yaitu 1% dari $100.000).

Dengan adanya Leverage dan margin ini, maka Trading Forex tidak perlu mengeluarkan modal sebesar nilai kontraknya, karena selanjutnya setiap 1lot transaksi modal yang dibutuhkan adalah berdasarkan Jaminan (Margin).

Balance : total jumlah uang yang telah direalisaikan

Equtiy : jumlah uang yang terdapat dalam satu account, termasuk profit/lost yang masih floating atau belum dilikuidasi.

Free Margin : Sisa margin yang bisa digunakan untuk order.

Margin Level : prosentase Equity berbanding dengan Margin.

Margin Call : keadaan dimana dana Equity tidak lagi mencukupi akibat adanya floating lost posisi, sehingga dibutuhkan suntikan modal (margin need), -setiap perusahaan/broker mempunyai aturan tersendiri untuk besaran margin call-.

Swap –disebut juga Rollover/Interest: nilai yang dibebankan berdasarkan nilai suku bunga mata uang masing-masing Negara dan dihitung perhari selewat ‘close market’ berdasarkan jumlah lot.
Jadi Swap hanya akan dibebankan bila hingga close market, masih ada open posisi (floating position).

Account Trading : sebutan untuk peserta trading, yang meliputi nama pemegang account, no account, dan jenis account (Regular Account : 1 lot, Mini Account : 0.1 Lot, Micro Account : 0.01 Lot)
Lebih lengkapnya silahkan download di ==> kamus forex
Sumber : 
http://forum.fxopen.com/showthread.php?19407-Istilah-istilah-yang-penting-bagi-Trader-yang-harus-diluar-kepala
http://belajarforex.com/dasar-forex-trading/istilah-istilah-forex.html
http://www.facebook.com/note.php?note_id=204196846273739

William %R


Indikator ciptaan Larry Williams ini pada dasarnya digunakan untuk mengukur tingkat jenuh beli atau jenuh jual dari market.
Overview
Biasa digunakan bukan saja pada pasar uang tetapi juga dapat digunakan pada pasar saham atau komoditi (analisa teknikal dapat diterapkan pada berbagai jenis pasar karena tidak terikat dengan jenis produk).
Bentuk dasar dari Williams %R adalah sebagai berikut:
rumus

Dengan N adalah periode yang dikehendaki untuk perhitungan (default adalah 14).
Jika merujuk rumus diatas, maka dapat disimpulkan Williams %R tergolong sebagai indikator Oscillator. Williams %R (biasa juga disebut Williams R – tanpa “%”) hanya bergerak pada rentangnya yang terbatas yaitu -100 hingga 0. Berbeda dengan RSI yang di plot pada kisaran 0 ke 100. Namun selain perbedaan rentang pergerakannya, cara membacanya kurang lebih sama dengan indikator-indikator oscillator lainnya.Interpretasi Williams %R
Interpretasi Williams R
Seperti telah disinggung diatas, Williams R adalah indikator untuk mengetahui area jenuh beli dan jenuh jual dari mata uang. Suatu harga dikatakan memasuki area jenuh beli apabila pergerakannya mengalami kenaikan dan telah sampai pada area puncak sehingga tidak memungkinkan mengalami kenaikan lebih lanjut. Pada area ini buyers tidak mungkin lagi melakukan aksi pembelian karena mata uang telah terlalu mahal untuk dibeli. Dengan demikian sebuah mata uang yang mengalami kenaikan dan memasuki area jenuh belinya maka dalam mata uang tersebut akan berhenti naik dan akan segera mengalami koreksi/ penurunan kembali ke titik normalnya.
Hal yang sama juga berlaku dalam konsep jenuh jual. Bedanya disini adalah jenuh jual artinya harga mata uang telah terlalu murah sehingga penjual tidak mungkin lagi menjual mata uang yang dimilikinya karena harganya terlalu murah untuk dijual. Dengan demikian sebuah mata uang yang sedang mengalami penurunan dan kemudian memasuki area jenuh jualnya maka tidak lama lagi nilai tukar mata uang tersebut akan segera berhenti turun dan akan kembali mengalami kenaikan.
Area jenuh beli dan jenuh jual inilah yang diukur oleh Williams R. Caranya adalah dengan membandinkan waktu penutupan terakhir dengan harga tertinggi dikurangi harga terrendah pada periode yang diinginkan.
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:
eurusd-1-jam
Nah pertanyaan berikutnya adalah dimanakah area jenuh beli dan jenuh jual menurut Williams R
Apabila Anda pernah mempelajari indikator jenuh beli-jenuh jual lainnya seperti RSI, maka kami rasa Williams R tidaklah sulit untuk Anda interpretasikan. Pembacaan Williams R sama persis dengan RSI. Bedanya adalah Williams R berada pada rentang 0 hingga -100.
Bila Williams R merujuk angka -20 keatas (artinya 0 sampai -20) merupakan area jenuh beli dan sebaliknya -80 kebawah (-80 sampai -100) merupakan area jenuh jual. Area diantara kedua batas tersebut (-20 sampai -80) merupakan titik netral dimana harga masih memiliki kemungkinan untuk naik atau turun lebih lanjut. Titik tengah Williams R adalah -50.
Nah, mirip dengan RSI bukan?
Sekarang perhatikan gambar berikut dengan seksama:
william-preiode-20
Dengan memperhatikan gambar diatas rasanya lebih dari cukup untuk membawa pengertian penggunaan indikator satu ini. Ada baiknya Anda membaca RSI terlebih dahulu untuk memperdalam penggunaan indikator yang bersifat oscillator seperti Williams R ini.
Kelebihan dan Kekurangan
Nah kita sampai pada bagian kelebihan dan kekurangan dari Williams R. Seperti pada indikator oscillator lainnya, Williams R memiliki kelebihan dan kekurangan yang sama.
Kelebihan:
  • Mudah dalam pembacaan
  • Relatif lebih akurat dibandingkan RSI dikarenakan memang penciptaannya untuk menyempurnakan RSI.
  • Dapat memprediksi pergerakan harga lebih cepat dibandingkan indikator yang bersifat trend (trend indicator)
Kekurangan:
  • Seringkali menimbulkan false signal dikarenakan sifatnya yang terlalu sensitif (ditandai dengan kurva indikator yang terlihat keriting). Untuk itu disarankan untuk memperbesar periode Williams R menjadi 20 (default 14) atau menambahkan Moving Average pada Williams R.
  • Williams R memiliki rentang yang terbatas. Adakalanya harga bergerak dalam kondisi yang sangat Bullish atau sangat Bearish. Dalam keadaan demikian Williams R tidak dapat lagi memberikan sinyal Open Buy dan Open Sell dikarenakan harga bergerak dalam satu arah dalam rentang yang lama. Untuk itu memang disarankan untuk menggunakan indikator trend untuk menjadi tandem Williams R seperti MACD atau MA.
Perlu dicatat disini bahwa rentang -20 dan -80 bukanlah rentang yang mutlak dalam penggunaan Williams R. Beberapa trader menggunakan batasan seperti -10 dan -90 untuk menjadi batas jenuh beli dan jenuh jualnya sama seperti RSI.
Nah kami rasa cukup sampai disini ulasan singkat mengenai Williams R. Kami persilakan Anda untuk mencoba indikator ini dalam demo trading yang telah disediakan.
Sumber :
  • “Syamsir, Hendra. “Solusi Investasi di bursa saham” Alex media Komputido, 2005.
  • Belajarforex.com

Stochastic Oscillator

Stochastic adalah indikator lain yang dapat membaca kapan suatu trend akan berakhir. Stochastic menentukan kondisi pasar Overbought (jenuh beli) atau Oversold (jenuh jual).
Indicator stochastic sangat mirip seperti indicator RSI, Mungkin tidak banyak yang dapat diterangkan, perbedaan indikator stochastic hanyalah pada jumlah garis yang digunakan, jika pada RSI hanya menggunakan sebuah garis, maka pada stochastic terdapat 2 buah garis. 2 buah garis ini adalah garis %K dan garis %D, %K memiliki periode yang lebih panjang daripada %D, misalnya 5 dan 3
Prinsip pertama dari indicator ini adalah menggunakan level overbought dan oversold.
Prinsip kedua dari indicator ini adalah menggunakan perpotongan antara 2 buah garis.
Cara penggunaan tool stochastic:
  1. Pada saat nilai Stochastic mencapai titik 30 atau di bawahnya, maka Stochastic berada pada keadaan oversold (jenuh jual), dalam keadaan ini, diperkirakan pada tempo waktu dekat akan terjadi perubahan trend dari jual menjadi beli.
  2. Pada saat nilai Stochastic mencapai titik 70 atau di atasnya, maka Stochastic berada pada keadaan overbought ( jenuh beli), dalam keadaan ini, diperkirakan pada tempo waktu dekat akan terjadi perubahan trend dari beli menjadi jual.
  3. Ketika Stochastic menembus level 50 dari bawah ke atas, maka merupakan konfirmasi beli.
  4. Ketika Stochastic menembus level 50 dari atas ke bawah, maka merupakan konfirmasi jual.
  5. Ketika garis %K memotong %D ke atas, maka saatnya beli
  6. Ketika garis %K memotong %D ke bawah, maka saatnya jual
Contoh-contoh gambar stochastic
Stochastic explanation

Stochastic explanation

Stochastic explanation

Catatan: Stochastic bukanlah alat dengan kepastian 100%, dengan keadaan stochastic yang oversold, bukan berarti sudah waktunya beli, karena keadaan oversold ini hanya menunjukkan kemungkinan di masa depan akan terjadi kenaikan.
Sumber :
http://thegoldenstock.com/index.php?option=com_content&view=article&id=145&Itemid=14&lang=en

Relative Strength Index (RSI)

RSI hampir sama dengan stochastic yaitu menunjukan kondisi Overbought dan Oversold. Skala RSI adalah 0 – 100, dengan skala 80 sebagai batasan Overbought dan 20 sebagai batasan Oversold. Cara membaca RSI sama dengan Stochastic. Indikator, seperti namanya indikator adalah sebuah tools yang digunakan untuk analisis pada chart. Namun tidak seperti tools sebelumnya yang sudah di mention, dengan support-resistance, kita harus menggambar manual garis horisontal, maupun garis diagonal. Kita harus menarik garis fibonacci pada chart secara manual.
Lain halnya dengan indicator, tools ini dihasilkan oleh rumus, seluruh input sudah dikomputasi, sehingga yang kita perlu lakukan hanyalah menempelkan indikator tools pada chart, kemudian tools ini akan menggambar sendiri pada chart, serta memunculkan interpretasi yang dapat digunakan oleh trader untuk trading.
Sebelum memasuki pembahasan, kami tidak akan membahas rumus dan bagaimana datangnya indikator ini, karena hampir seluruh broker saat ini sudah menyediakan platform yang support untuk menampilkan seluruh indikator tanpa kita perlu pusing lagi memasukkan rumus-rumus sulit. Lain halnya di masa lalu di mana seluruhnya harus serba digambar di atas kertas, dengan penggaris, pensil, penghapus, serta kalkulator.
Kali ini kita akan membahas RSI atau relative strength index tools RSI digunakan untuk mengukur tingkar kejenuhan atau tingkat kemungkinan di mana trend akan berakhir dan berubah menjadi trend baru.
Cara penggunaan tools ini adalah:
  1. Pada saat nilai RSI mencapai titik 30 atau di bawahnya, maka RSI berada pada keadaan oversold (jenuh jual), dalam keadaan ini, diperkirakan pada tempo waktu dekat akan terjadi perubahan trend dari jual menjadi beli.
  2. Pada saat nilai RSI mencapai titik 70 atau di atasnya, maka RSI berada pada keadaan overbought ( jenuh beli), dalam keadaan ini, diperkirakan pada tempo waktu dekat akan terjadi perubahan trend dari beli menjadi jual.
  3. Ketika RSI menembus level 50 dari bawah ke atas, maka merupakan konfirmasi beli
  4. Ketika RSI menembus level 50 dari atas ke bawah, maka merupakan konfirmasi jual.
Perhatikan gambar berikut:
RSI explanation
Gambar di atas menunjukkan indikator RSi dan pergerakan harga saham, sudah ditandai lingkaran berwarna hijau di mana pada saat itu RSI berada dalam keadaan overbought. Setiap kali harga sudah overbought pada RSI, harga saham ikut melakukan koreksi.

Perhatikan gambar berikutnya lagi, untuk contoh RSI dalam keadaan oversold.
RSI explanation

Cukup mudah bukan? hanya perlu menunggu harga overbought dan oversold, kemudian beli atau jual. 
Sumber :
http://thegoldenstock.com/index.php?option=com_content&view=article&id=143&Itemid=14&lang=en

Bollinger Bands

Bollinger Bands digunakan untuk mengukur tingkat Volatility (kestabilan pergerakan harga). Ketika harga cenderung diam bands akan merapat dan ketika harga aktif bands akan melebar.
Indikator ini dibuat oleh John Bollinger, indikator ini sangat berguna untuk mendefinisikan high dan low,
Bollinger bands explanation

Gambar di atas menunjukkan gambar dari bollinger bands, Dalam bollinger bands, selalu ada 3 buah garis, upper band, lower band, middle band.

ke 3 garis ini sebenarnya adalah garis moving average atau rata-rata per periode, garis middle band atau yang ditengah adalah garis moving average biasa, misalkan moving average 20, sedangkan upper band dan lower band adalah deviasi dari moving average yang di tengah. Secara mudah, kita katakan, garis di tengah yang dimodifikasi sehingga meleset dari tracknya yang di tengah.

Untuk menggunakan bollinger bands, tidaklah sulit, ada 2 buah prinsip utama, yaitu:
  1. Bollinger bounce - ketika harga berada di garis bollinger atas, maka harga berkemungkinan kembali ke garis tengahnya, ketika harga berada di garis bollinger bawah, maka harga berkemungkinan kembali ke garis tengahnya. Secara ilustrasi, anggaplah seperti pendumlum, di mana ketika harga sudah berayun ke sisi A, harga akan berayun kembali ke titik netralnya di tengah. Yang membedakan hanyalah, jika pendumlum pasti akan berayun ke sisi B, harga belum tentu berayun ke sisi B.
  2. Bollinger squeeze and breakout - bollinger squeeze atau menggencet, pada keadaan ini 2 garis bollinger upper dan lower menyempit dan menggencet harga di tengah-tengah.

Perhatikan gambar berikut:
Bollinger bands explanation
Pertama-tama bollinger band menyempit, kemudian terjadi break out, umumnya setelah breakout harga akan langsung naik, namun pada gambar, setelah breakout harga turun kembali ke lower band dan membuat kita bertanya apakah break out ini benar atau tidak. Dan ternyata, breakout masih berjalan.
Catatan: breakout bisa saja tidak valid, jika ragu sebaiknya mengecek dan mengikuti trend besar dari pergerakan harga. Dalam kasus di atas, bisa saja ada trader yang sudah cut loss ketika ragu bahwa breakout tidak valid. 
Sumber::http://thegoldenstock.com/index.php?option=com_content&view=article&id=146&Itemid=14&lang=en

Indikator Parabolic Sar ( PS )

Parabolic SAR memberikan indikasi kapan suatu trend dimulai dan kapan trend berakhir. Sehingga dapat digunakan untuk menentukan dalam mengambil posisi maupun keluar posisi.
Dari awal pembelajaran hingga sekarang kita selalu belajar dan melihat Indikator yang berfokus kepada Informasi terbentuknya Trend Harga. Sekalipun penting untuk dapat menganalisa terbentuknya Trend-trend baru, kita haru juga memahami bahwa  juga mengetahui :
* Kapan Trend berakhir dan memulai Trend baru ?
* Kapan waktu Entry ( Open Price ) harga yang baik ?
* Kapan waktunya kita Take Profit ( TP ) ?
Kebayang tidak, jika kita bisa pelajari dan menganalisa semua pertanyaan di atas..... mmhhh....
Anda Bakal jadi Trader Kaya yang Imut & Professional !
ok, sudah cukup waktunya berkhayal. mari kita kembali ke nasib kita sekarang..( hehehe..)
Salah satu Indikator terbaik dalam menentukan & menganalisa jawaban dari pertanyaan di atas adalah Indikator Parabolic Sar ( PS ).
Parabolic Sar terdiri dari " titik-titik " yang selalu mengikuti arah Chart. dan dari " titik-titik " inilah nantinya kita dapat menganalisa pergerakan harga sehingga kita dapat menemukan kapan Trend berakhir ? kapan kita Entry ? dan di mana titik TP ?

Mari kita lihat Gambar di bawah ini dulu :

 
Dari gambar di atas, scopespaceholic dapat menyimpulkan bahwa ketika uptrend maka PS akan berada di bawah chart dan jika Downtrend maka PS akan berada di atas chart.

CARA MEMBACA INDIKATOR PARABOLIC SAR( PS )

1. Cara Mengetahui Entry yang baik & kapan waktunya Sell or Buy :

Caranya sangat sederhana ! ya sekali lagi BENAR BENAR Sederhana !

Lihat Gambar :


Pada dasarnya, ketika " titik titik " berada di bawah Candle chart itu adalah Informasi Buy . dan ketika " titik titik " berada di atas Candle Chart maka itu adalah Informasi Sell.
Karena cara membacanya yang sangat sederhana inilah maka biasanya Trader-Trader dunia menggunakan Indicator PS ini di minimal untuk Time Frame ( TF ) 4 jam pada Chart. untuk menghindari besarnya MISS SIGNAL yang mungkin terjadi.

2. CARA MENENTUKAN TITIK Take Profit ( TP ) :

Sebenarnya titik TP bisa dipilih di " titik titik " mana saja dari Parabolic Sar, selama " titik titik " tersebut belum berpindah dari bawah ke atas atau berpindah dari atas ke bawah ( yang berarti menunjukkan trend harga telah berubah ).
Tetapi semakin besar kita memilih jarak " titik titik " dari titik awal Entry harga, maka semakin terlihat serakah & Greedy !
dan menurut saya, itu sangat tidak baik untuk " Psikologis Trading "

Lihat Gambar Berikut :


Nah gampang khan ! Emosi tetep Stabil ! kerakusan dapat di tahan ! Psikologis diri dapat kemandirian !

Ya ! Titik TP dapat di tentukan maksimal hanya 6 titik dari titik Entry pertama. dengan ini Profit yang kita dapatkan bisa maksimal dan Psikologis Trading kita akan selalu berhati hati dan Fokus tanpa ada keserakahan ingin Profit terlalu besar dlm Trading.
Tapi jika sobat tetap bersikeras ingin mencari Profit yang lebih besar lagi dan larut dalam ke-Greedy-an dan keserakahan.......mmmhhh..........????????????????

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More